Kamis, 11 September 2014

Placenta Previa : Antara Vonis Dokter dan Kuasa Allah

Mengandung merupakan momen yang luar biasa bagi seorang wanita. Apalagi hal itu telah lama dinanti-nanti. Begitu juga saya, pasca keguguran tahun lalu, dan alhamdulillah sekarang saya telah mengandung lagi, usia kehamilan saya sudah 36 minggu. Perkiraan dokter HPL nya sekitar tanggal 5 Oktober 2014.

Namun, Selasa kemarin saya shock berat, *bahkan nangis.Kenapa?? begini ceritanya
Memang saya setiap bulan selalu kontrol ke klinik bersalin dengan bidan langganan, namun USG baru 2 kali selama kehamilan. Jadi saya putuskan hari selasa pagi untuk USG lagi di salah satu rumah sakit yang tidak terlalu jauh dari rumah. Suami tidak bisa menemani karena harus masuk kerja, jadi saya cuma diantar sampai pendaftaran dan ditinggal.

Ketika nama saya dipanggil, saya agak kaget karena dokternya sama dengan dokter di salah satu klinik tempat saya USG waktu hamil 6 bulan, ternyata dokter ini juga praktek di sini. Saat itu si dokter sempat mengatakan posisi placenta saya agak kebawah, tapi nggak terlalu kebawah banget, jadi kemungkinan masih bisa mutar.

Saya : Gimana dok keadaan nya?
Dokter : Bagus, posisi normal, sudah masuk sembilan bulan ya?
Saya : Iya dok
Saya :  Dok, waktu di klinik kata dokter plasenta saya di bawah, sekarang gimana posisinya?
Dokter : Sebentar!... Iya ini placenta previa, plasentanya menghalangi jalan lahir. HARUS OPERASI, jika tidak bisa pendarahan hebat nanti.
Saya : *Diem *langsung shock
Dokter : Secepatnya ya harus dioperasi, jangan nunggu sakit dulu
Saya : Harus Operasi dok? nggak bisa normal?
Doker : Bukan lagi harus, tapi WAJIB, hari kamis pagi ini yaa
Saya : (mulai pusing) Saya bicarakan dengan suami dulu dok

Placenta Normal & Placenta Previa

Glekk... Saya langsung pusing dan mata saya perih, lusa harus operasi??? saya jujur nggak siap, Saya langsung sms suami dan minta dijemput. Sesampainya dirumah berceritalah saya sampe nangis. Saya pengen lahir normal. Dan setelah searching2, saya nggak punya tanda-tanda plasenta previa yang biasanya penderitanya selama kehamilan pernah ada pendarahan.

Suami menyarankan saya ke klinik tempat saya biasa kontrol. Tapi karena bukanya sore saya istirahat dulu di rumah. Banyak-banyakin do'a, dan sekalipun saya memang  harus operasi saya udah ikhlas.

Di Klinik Bidan Susi
Bu bidan kaget karena dia periksa posisi kepala anak saya udah masuk dan kalau memang saya placenta previa pasti udah pendarahan sejak umur 28 minggu. Kalaupun harus operasi kata si bidan nggak secepat ini, karena usia kandungan saya belum cukup untuk lahiran, nanti anak saya bisa prematur katanya. Bu Bidan akhirnya menyarankan saya untuk cek ke rumah sakit Swasta yang katanya dokternya bagus.

Di Rumah Sakit TS
Dokter : Kandungannya sudah 36 minggu, ini kepalanya, ini lehernya, ini tangannya,
Saya : Placenta nya posisinya dimana dok?
Dokter : Ini di atas
Saya : Posisinya normal kan disana??
Dokter : Iya normal kok
Saya : Saya periksa ke dokter "x" katanya plasenta saya dibawah dan harus operasi dok
Dokter : Kok bisa? ini plasentanya di atas,
Saya : Berarti bisa lahir normal kan
Dokter : Iya

Alhamdulillah....
Rasanya beban di pundak saya langsung hilang, si dokter juga ngasih print-an usgnya untuk meyakinkan kalau plasenta saya posisinya normal,
hihii jadi nggak sabar pengen punya baby, liat wajah anak saya yang diprintkan itu walau nggak terlalu jelas.

-Hmmm... saya jadi heran kok dokter yang satu itu bisa beda diagnosanya. -.-'
 Nggak kebayang kalau saya hari ini harus operasi.

Mungkin saja dokternya salah diagnosa, namanya juga manusia
Mungkin saja diagnosa dokter yang mengatakan saya placenta previa benar, tapi sorenya mungkin Allah kasih kuasa plasentanya kembali ke posisi normal

Mungkin saja juga ini teguran bagi saya dan suami untuk selalu mengingat Allah dan bersyukur dalam setiap keadaan, susah maupun senang

Mohon doanya ya teman-teman semoga nanti lahirannya bisa normal, sehat dan selamat.... aamiin...


 

Blog Template by YummyLolly.com