Jumat, 02 Mei 2014

Kumpul Bareng KECIBU


Haii semua,,
Alhamdulillah hari ini akhirnya bisa posting tentang ageda Klub Buku kami KECIBU. Nah di period ke #3 Arisan Buku Gagas Media & Bukune, Alhamdulillah Kecibu dapat jatah arisan yaitu bukunya Kak Winna Effendi yang Remember When yang sekarang udah berada di tangan masing-masing anggota. Di periode #1, Kita juga dikirimi buku My Cup Of Tea by Nia Nurdiansyah, resensinya udah nongol di blog saya , dan di periode #2 dapat bukunya winna Effendi yang judulnya “Ai”, walaupun bukunya datang setelah buku periode #2 nggak apa2 agak telat hehehe…
Setelah bukunya dikirim sama Gagas awal april saya langsung kontak teman-teman untuk bikin acara kumpul bareng sambil diskusi buku. Karena ketiga anggota lainnya memang pada lagi sibuk kuliah dan kerja, memang susah banget buat nentuin hari ketemuan hehhehe…  

Hingga akhirnya saya mutusin untuk ngumpul hari Jumat tanggal 25 April 2014 di tongkrongan favorite saya. Hahaha.. yaitu di Radio Jazirah Fm Universitas Muhammadiyah Bengkulu, sambil ngadem juga :D Alhamdulillah Ade, yang memang kuliah di UMB bisa hadir, walau intan dan Vita nggak bisa hadir. Tapi saya tetap diskusi sama Intan dan vita via online dan meminta mereka kasih testimony untuk buku yang dah di baca. 


Awalnya saya kira pasti nggak asyik banget kalo saya dan Ade cuma berdua ngobrol bareng buku :D Tapi ternyata ada beberapa crew Radio Jazirah tertarik dan ikutan diskusi bareng kami, sambil mereka juga nanyain soal klub buku ini. Nggak nyangka aja semuanya interest mau gabungan dan minta diajak kalo ada agenda diskusi atau arisan buku buku berikutnya. Tentu saja saya seneng karena diskusi kami hari itu jadi rame. ^_^ 




***

Pembaca setia novel terbitan Gagas Media pasti udah nggak asing sama namanya Winna Effendi. Banyak yang bilang gaya ceritanya yang mengalir membuat banyak orang selalu suka tulisannya. Jujur saya dulunya nggak terlalu respect sama novel dengan tema cinta apalagi yang ala-ala remaja. Hehe… Tapi adik saya yang dulunya pernah kerja di Gramedia selalu bawa pulang novel-novel romance. Saya orangnya mah nggak tahan kalo lihat buku nganggur. Mau buku anak-anak atau buku remaja tetap saya baca walau kadang gx sesuai sama saya :D

Perkenalan dengan karya nya kak winna diawali dengan Refrain, Ai hingga kini Remember When.  Berbeda dengan novel romance kebanyakan, kalo karyanya kak Winna selalu cepat saya lahap. Cerita yang sederhana namun dikemas secara menarik dan renyah. Bikin kita pengen baca terus sampe abis. Padahal saya sering tersendat ditengah karena bosan membaca novel cinta. Tapi nggak untuk karyanya.

Secara khusus saat pertemuan #Arisan buku, kami diskusi soal buku Remember When. Tema cinta dan persahabatan serta lika liku yang mengiringinya jadi focus buku ini. Adrian-Gia-Freya-Moses, kisah persahabatan mereka sangat manis, apalagi dengan jadiannya Adrian dan Gia, serta Freya dan Moses. Mereka merasa bahwa mereka adalah dua pasang yang sangat bahagia. Adrian dan Gia dengan gaya pacarannya yang bikin banyak orang iri karena selalu mesra. Lalu Freya dan Moses, pasangan yang sama-sama pintar namun tidak suka mengumbar kemeseraan, tak lebih dari jalan-jalan dan membahas pelajaran bersama. 

Kisah yang awalnya sangat manis di tengah cerita jadi bikin kita deg-degan, karena entah kenapa perasan diantara mereka berempat jadi berubah. Persahabatan mulai renggang karena ada cinta segitiga. Hingga akhirnya memang harus ada yang mengalah. Gia dan Moses mengorbankan perasaannya demi kebahagiaan Adrian dan Freya. Walau itu begitu terlambat. 

Quote yang paling saya suka “apapun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada disana, menunggumu mengakui keberasaannya.” So sweet banget kan.
Secara keseluruhan saya tidak menemukan kelemahan dari cerita ini, hehee. Karena memang udah keren banget. *seperti novel gagas media biasan  :D hehee.
ya. Namun, saya merindukan novel romance inspiratif yang focus ceritanya gx melulu cinta. Namun lebih kepada membangun impian. Seperti Novel Rhapsody nya Mahir Prdana
Oh ya, saya juga Tanya pendapat satu persatu dari teman-teman klub buku.

Ade

“Novel nya bagus mba, sampai-sampai  buku ini belum selesai saya baca udah di serbu sama teman-teman satu kos yang penasaran sama ceritanya. Yang paling saya suka adalah kisah persahabatan dan cintanya yang bikin ingat masa SMA. Walaupun saya nggak punya kisah cinta yang sama namun persahabatan yang kental itu pernah saya rasakan, bahkan bertahan hingga ke bangku kuliah. Pokeke, masa sma memang unforgettable deh. Terus bagian yang agak menyedihkan dari cerita ini, adalah Gia yang terlalu mencintai Adrian sampe-sampe rela menyerahkan “segalanya”. Harusnya kan cinta gx harus gitu banget. ^_^ tapi itu jadi pelajaran deh buat saya pribadi, kalau cinta harusnya menjaga, mengerti dan memahami. Hingga cinta akan dipertemukan pada saat yang tepat.


Intan
Girang. Perasaan itu yang langsung menyeruak hadir ketika saya mengetahui bahwa grup buku kami, Kecibu, memenangkan arisan buku kali ini. Lebih girang lagi, karena kami kebagian jatah novel menghanyutkan karya kak Winna Efendi, Remember When.

 Aih, saya selalu jatuh cinta pada setiap karya-karya kak Winna, sebut saja Refrain, Truth or Dare & Melbourne. Semuanya mampu membuat saya termehek-mehek dalam perasaan riang, juga gersang.
Seakan turut merasa apa yang dirasa oleh para tokoh utama. Remember When, boleh dibilang adalah karya awal kak Winna *yang malah baru saya baca*. Khas kak Winna, ide ceritanya tak jauh-jauh dari cerita cinta, persahabatan serta campur aduk perasaan. Simple. Namun ketika jemari-jemari kak Winna yang mengolahnya, cerita sederhana itu mampu bertransformasi menjadi cerita yang ‘wah’. Baiklah, saya ngaku, pasangan maut : Moses-Freya, Adrian-Gia, sukses membuat saya dalam sekejap punya idola baru, yakni mereka. Saya hanyut dalam alur cerita yang disajikan, mengagumi cara pacaran ala Moses-Freya, sekaligus terpesona dalam keromantisan cinta ala Adrian-Gia. Pasangan yang satu adalah dewa-dewi sekolah, satunya lagi adalah pasangan popular yang menyedot banyak perhatian siswa-siswi lain. Aih, mereka keren!

 Ungg, tapi ketika sampai di tengah cerita hingga ending, saya turut berduka-cita dengan cerita yang kak Winna tawarkan. Semuanya mendadak keruh dan menguras hati. Ternyata, apa-apa yang begitu terlihat cocok dan sempurna dari sisi luar, belum tentu sama jika dipandang dari dalam. Arrrrgggghhh.. jujur, bete sama endingnya yang terkesan maksa plus terburu-buru. Pengen nyodorin tisu deh buat Gia & Moses. Duh, puk puk pukk .. 

Apapun itu, bagaimanapun endingnya, saya ngaku deh kalo udah jatuh cinta sama Remember When. 4 dari 5 bintang untuk kak Winna atas novel satu ini :))

***

Oke makasih buat teman-teman yang udah sempatin datang dan kasih testimoninya soal bukunya Kak Winna. Untuk buku yang dikirim selanjutnya kita gantian aja ya bacanya hehee…
Semoga makin semangat baca buku ^_^

 

Blog Template by YummyLolly.com